Handphone bukan barang mewah lagi, sudah menjadi kebutuhan. Kebutuhan utama adalah sebagai alat komunikasi. Namun seiring perkembangan teknologi, Hp bukan lagi hanya sebagai sarana komunikasi. Sekarang berkembang menjadi sarana hiburan, informasi, dokumentasi، alat kerja dan fashion. Sebagai hiburan, sekarang pada Hp sudah dicangkokkan bisa memutar musik dalam format MP3, memutar Video, dan permainan (games). Sebagai informasi, Hp dengan spesifikasi tertentu sudah dilengkapi dengan kemampuan merambah dunia Internet, dan ada juga yang berkemampuan sebagai penunjuk arah dengan teknologi GPS.
Ada juga yang dapat dianggap sebagai alat dokumentasi dengan kemampuan mengambil gambar dan video. Bahkan para wartawan sekarang bisa mendokumentasikan reportase-nya dengan Hp dan mengirimkan hasil libutannya ke kantor redaksi dengan Hp-nya. Untuk Hp yang berkemampuan tinggi, kini dapat dianggap sebagai “pocket computer” yang mempunyai fasilitas melakukan komputasi layaknya komputer, misalnya pengolahan data dan mencetak via bluetooth. Hebat! Nah ini yang kebanyakan terjadi sekarang di lingkungan kita, Hp sebagai fashion, gaya-gayaan doang. Mereka memakai Hp mahal bin mewah namun hanya sebatas sms, nelpon, ngegame, dan dengerin lagu. Padahal Hp yang mereka beli dengan harga mahal itu berkemampuan lebih dari pada itu. Katrok….
Nggak akan ngebahas Hp orang, tapi ingin sharing tentang Hp yang aku miliki. Mengapa aku memilih Hp ini? Ada beberapa alasan:
1. Fungsi
2. Kemampuan
3. Bentuk
4. Harga
Fungsinya jelas, yang paling utama adalah alat komunikasi, nggak lebih! Mau ada kamera pun hasilnya nggak memuaskan dibanding kamera DSLR atau pocket sekalipun. Paling-paling kamera digunakan sebagai alat mengabadikan momen-momen yang tak terduga, antik, dan saat nggak bawa kamera. Atau malah ambil foto yang akan dikirimkan via email atau MMS.
Kemampuan yang jadi pertimbangan adalah prosesornya apa, OS-nya apa, memory-nya berapa baik penyimpanan atau memory kerja (RAM, kali ya). Kalo nggak salah, RAMnya gede kerjanya cepat. Mau dipakai multitasking nggak HANG..
Bentuk dipilih sebagai pertimbangan “gengsi”. Biar nggak dikira culun atau jadul. Kemudian harga yang sesuai dengan kemampuan finansial.
Nah sekarang bicara fungsi. Komunikasi standar jelas pasti didapat. Trus apa lagi yang dicari? Aku mencari yang bisa:
1. Push mail
2. VOIP
3. Support 3G atau 3.5G
Itu aja. Mungkin gak akan ganti Hp, kecuali teknologi komunikasi baru ditemukan lagi dan Hp-ku sekarang gak support lagi.
Fasilitas push mail aku memakai dari bawaan Hp dan perangkat lunak yang diunduh dari Internet. Ada Nokia Email dengan Intellisync dan satu lagi dari www.seven.com. Sangat ciamik!!! Bener-bener real time push mail. Gak kalah dan juga karena gak mau dibilang latah pakai BB.
Indonesia menjadi pasar empuk RIM karena orang2nya suka latah.. “Eh moncrot moncrot moncrot…” Saking larisnya sampai-sampai pemerintah mengancam RIM agar dibuka kantor di Indonesia. Tujuannya melindungi konsumen.
Kemudian untuk VOIP, ada beberapa perangkat lunak yang aku pake dan selalu aku gunakan untuk nelpon istriku. Diantaranya Skype, Fring, dan iSkoot. Untuk Skype udah terinstall manis di Hp, namun Omantel(ek) memblokir situs ini. iSkoot bisa berjalan baik dengan sinyal 3.5G.
Namun ada kendala dikarenakan di Oman nggak ada server iSkoot, jadinya (mungkin) mahal. Belum pernah ngitung sih… Nah yang satu ini selalu aku pake kalo dapet sinyal 3G-nya. Fring. Dapat diunduh di sini : www.fring.com. Ada banyak social networking bisa digunakan dengan Fring. Tapi ngapain sih, bikin ruwet and rame. Yang aku subscribe hanya untuk Fring dan Skype. Didalam fring terdapat add ons Skype yang bisa digunakan untuk chatting, Skype Call,
Skypeout Call, dan Skype Video Call. Sementara Fring sendiri juga bisa digunakan untuk Fring Call, chatting, dan Video Call. Jadi user name kita ada 2, Fring dan Skype. Fring otomatis subscribe, karena sebagai pintunya.
Malah sekarang aku sangat jarang kirim sms ke istri, namun saling berkirim email atau chatting. Perbandingannya, sekali kirim sms ke Indonesia RO 0.050. Lebih mahal dibanding email via SEVEN yang variable tergantung besar kecil data terkirim. Mentok paling cuma RO 0.010. Apa lagi chatting… Huuu murah!! Dengan VOIP, RO 1.00 bisa 24 jam, dibanding nelpon biasa yang akan habis dalam 3 menit aja.
So, nggak akan latah!!! Be your self and create your own mark. Others can only follow! Ya nggak Capt!!
«Posted via email with SEVEN – powered by Oman Mobile 3.5G & Nokia ESeries»
www.seven.com




Petamaaax..
Luar biasa… ilmu IT nya ciamik juga, boss. Coba kalo di Batam, mungkin gak butuh2 amat piranti pendukung kayak diatas, ya Boss. Cukup telp aja.
Memang keadaan kadang bisa memaksa kita menjadi lebih baik.
Buktinya sy aja bingung dg fitur2 HP diatas… mungkin krn keadaan belum memaksa utk tau ttg itu. Tul khan..?
Hehehe.. betul Pak. Kadang keadaan yang memaksa kita untuk berpikir kreatif. Di sini nelpon ke Indonesia mahal sekali. Satu Rial Oman cuma untuk 3 menit. Sementara 1 rial Rp 23ribu.
Wuih.. 1 Rial Oman = Rp. 23 ribu.
Kalo gaji Bapak 1 bln 1.000 rial aja. Trus x Rp. 23.000 ck.ck.ck.
Pulang kampung gak perlu buat OL Shop pak. Langsung bikin PT. aja, ha hah he he.. Muantap rek..!
( Itu baru 1.000 Rial, ya… Tapi kayaknya lebih, deh…)
Oh ya ijin blog bpk ini sy link di blog saya, ya. Thanks…
Assalammu’alaikum, Pak.
WAh, wahh kayaknya sibuk terus di lapangan, sampai blognya gak nambah-nambah tulisannya. Kayak Bubin Lantang aja (penulis Anak-anak Mama Alin) yang udah jarang nulis.
Ayo boss ceritain pengalamannya di sana, sekalian bagi2 ilmu dan pengalaman, ghetu.. xixixixi.
Terakhir nulis kapan ,bro.. wuih 17 April 2010, lho…