Membaca berita tentang yang sedang terjadi di Tanah Air, jadi turut prihatin. Terutama dengan menegangnya hubungan Indonesia-Malingsia.
Sudah sejak jaman TKI/TKW, Sipadan-Ligitan, Rasa Sayange, Reog Ponorogo, Batik, dan akhirnya pelanggaran batas negara, sikap pemerintah kurang tegas (+ blass!!). Cuma saat PBB dalam hal ini UNESCO menetapkan Batik asal Indonesia sebagai warisan budaya dunia (world heritage) saja kita agak di atas angin. Itupun bule and pakle yang bekerja, bukan kita sendiri!
Kira2 apa yang menyebabkan kita bisa dinjak2 seperti ini? Bahkan sampai rakyat jelata Malingsiapun bisa ngomong kalau Indonesia bodoh!! Dari sikap pemerintah kah, perilaku rakyat kah, tindakan aparat kah??? Apa sih? Jadi nggak ngerti apa sebab kita bisa seenteng itu dilecehkan oleh negara kecil macam itu? Asal mula mungkin dari yang paling dekat dengan mereka, yaitu TKI di Malingsia. Mereka bercermin “oh seperti ini toh rakyat Indonesia itu”. Karena apa? Mungkin pendidikan, keterampilan, kedisiplinan, dan tindakan dari TKI yang kurang. Akhirnya mereka menganiaya, karena dianiaya TKI melawan, karena melawan akhirnya rusak citra TKI. Jikapun citra Indonesia dibiaskan buruk lewat TKI, seharusnya pemerintah sanggup menanggung dan mau memperbaikinya. Jika sampai ada TKI berulah dan akhirnya dijatuhi hukuman, bahkan sampai hukuman mati, seharusnya pemerintah bisa menjaga. Jika berkaca pada kejadian di Korea Utara, bahwa mantan presiden Amerika Jimmy Carter datang ke Korut dengan misi membebaskan warga Amerika yang ditahan di Korut, rasanya kok pengen kayak gitu. Ini bukan kali pertama USA mengirimkan wakil tingkat tinggi untuk melindungi rakyatnya yang tertimpa masalah di luar negeri. Lha ini di Malingsia, KATANYA ADA RATUSAN RAKYAT INDONESIA TERANCAM HUKUMAN MATI DI MALINGSIA NAMUN PEMERINTAH TIDAK TAHU??? ALAMAAAAK…
Seharusnya, kalau pemerintah bisa tegas terhadap perilaku semena-mena negara tetangga, kita tidak akan dipandang sebelah mata. Mereka akan hati2 bersikap dan bertindak. Saya pernah baca artikel soal militer di Internet bahwa Australia saja berhati2 dengan kemampuan militer Indonesia. Ada kejadian tertangkapnya pemasok senjata untuk OPM yang berasal dari Australia. Hebatnya lagi sang pemasok yang ternyata ada hubungan dengan militer Australia ini ditangkap bukan di Papua (Indonesia), namun di Papua New Guinea (Luar negeri tho?). Ini membuktikan operasi penetrasi diam2 (rahasia) ke wilayah musuh juga dimiliki oleh Indonesia. Seandainya pemerintah bisa menunjukan taringnya saat TKI teraniaya, terbunuh, atau terhukum, saat klaim budaya, saat pelanggaran batas negara, dan lainnya, InsyaAllah Malingsia nggak akan menganggap enteng Indonesia yang dengan pasukan terkuat no 3 di dunia (secara skill) dan didukung hampir 300 juta penduduknya yang siap melumat semenanjung Malaka dan utara Pulau Kalimantan. Malingsia hanya seupil upin-ipin. Hueks juhh!!!
Sekarang saatnya, paksa mereka minta maaf atau putus hubungan diplomatik. Kalau tetanggaan tapi selalu berbuat onar, ya dilabrak dong.. Kok malah ngajak damai??
«Powered by Oman Mobile 3.5G & Nokia® Messaging»



