Lanjut…
Jam 22.30 Waktu Oman (WOm) masuk ke ruang tunggu di gate 1. Banyak wajah-wajah berhidung pesek di sini. Aku dengarkan pembicaraan mereka ternyata ada Pinoy ama Indonesia. Yang orang Pinoy alias Philipine orangnya kalem dan elegan, bertolak belakang dengan para TKW yang amburadul. Ada yang disemir rambutnya, pake make up norak, mengenakan sepatu boot selutut dan lain sebagainya. Layaknya seorang artis deh. Padahal mereka hanya seorang pembantu rumah tangga. Sedangkan para Pinoy kerja mereka rata2 sebagai karyawan toko, restaurant, hotel dan bahkan sampai pramugari dan pilot. Sungguh berbeda.
Tepat pukul 23.20 udah onboard di atas pesawat Air Bus A319. Setara dengan Boeing 737-800 deh kayaknya. 10 menit kemudian Take Off menuju Abu Dhabi-UAE. Perjalanan ditempuh dalam waktu sekitar satu jam. Nggak terlalu istimewa, karena ini cuma rute penerbangan pendek.
Sekitar jam 00.30 WAD pesawat sudah mendarat di terminal 3 Bandara International Abu Dhabi. Bandara yang sangat sibuk. Hanya selang beberapa menit aja pesawat lain pada mendarat. Akibatnya proses screening masuk bandara mengular panjang. Jam 01.00 Waktu Abu Dhabi (WAD) selesai check X-Ray badan dan bawaan. kemudian harus jalan lagi ke Gate 31 di Terminal 3. Jauh banget. sebelum ke Gate, sempatkan dulu muter-muter ke Duty Free. Sebenarnya pengen ke Terminal 1 yang berbentuk kubah itu, namun karena waktu nggak memadai dan juga mata udah mulai ngantuk terpaksa niat itu aku urungkan. Nah… di sini ini para TKW dari penjuru Arab ngumpul. Entah mengapa kok penerbangan ke Jakarta dikumpulkan di Abu Dhabi. Sambil menunggu waktu Boarding, aku sempatkan ambil koran dan majalah untuk membunuh waktu, daripada ngelayanin siulan TKW yang nggodain aku. Pura-pura nggak dengar. Padahal ada juga yang cantik lho.. hehehe…
Akhirnya diumumkan untuk segera naik pesawat. Sambil ngular antri ada seorang laki-laki dari Lombok ngajak ngobrol. Dia pulang dari Saudi. Dia bilang kepalanya sedikit pusing gara-gara meminum sesloki Vodka gratis di bandara. Huuu goblok..! Udah tahu nama airnya Vodka kok nekat diminum. Itu bukan pusing, tapi mabuk, dodol!!!
Sekitar jam 02.00 WAD akhirnya bisa duduk di pesawat. Rasa kantuk dan capek yang teramat sangat mampu mengalahkan hidangan dan hiburan di atas pesawat. Disebelahku ada laki-laki Jakarta. Namun nggak ada percakapan berarti diantara kami, karena aku udah sangat ngantuk. Sesekali terbangun saat mulai dihidankan minuman dingin dan hangat, serta sebongkah sandwich yang beku. Tidur lagi… sampai saatnya sarapan pagi yang diawali kudapan ringan berupa sereal, roti croisant, susu dan buah. Susunya nggak aku minum, karena aku sangat nggak cocok dengan susu segar buatan Arab. Biasanya 2 jam setelah minum susu itu, isi perutku protes minta keluar. Wah.. bisa repot nih. Hanya menyantap roti yang aku olesi dengan selai, buah dan Jus Apel. Tak terasa tinggal 2 jam lagi pesawat akan mendarat di CGK.
Tepat pukul 14.00 WIB si pesawat touch down di landasan Bandara Internasional SOETTA. Turun dari pesawat menuju ke ruang kedatangan. Berhenti sebentar untuk sekedar mengisi form Immigrasi dan Bea Cukai. Antrinya lama sekali. Karena hampir bersamaan dengan mendaratnya pesawat penerbangan internasional lain. Suasana masih dibumbui celoteh TKW. Ada seorang TKW didepanku yang menyapa. Tanya basa-basi ini-itu. Dia pinjam pena untuk mengisi form Imigrasi. Namun apa yang diisinya adalah salah. Lha wong kita khan baru datang dari luar negeri, kok yang diisi form keberangkatan? piye tho? Apa mungkin si mBak grogi karena ada saya? Hahaha… Jangan protes!!
Lama-lama sampai juga giliranku ke meja Imigrasi. Nggak banyak tanya, dak..dok.. bunyi stempel didaratkan dipasporku. Cari trolley dulu kemudian menunggu conveyor mengantarkan tas seberat 43 Kg ke arahku. Nggak ada yang rusak, kalau dari luar sih.. entah dalamnya. Setelah tas kudapat, langsung dicheck ama petugas untuk memastikan aku nggak ambil tas orang lain. Kemudian aku langsung menuju loket Garuda untuk mencetak tiket CGK-JOG. Penerbangan masih sekitar 2,5 jam lagi. Daripada capek dorong trolley, mending langsung check in.
X-Ray nggak menemukan barang berbahaya di dalam tasku. So, langsung aja menuju meja check in setelah aku ikat karena diminta oleh mbaknya Garuda. Sempat deg-degan kejadian di Khasab terulang karena kelebihan bagasi. Ternyata, tarif di Jakarta nggak semahal di Oman. Per kilonya hanya Rp 9.000,00. Aku disuruh ke kasir untuk bayar 20 Kg kelebihannya.
Selesai check in, aku keluar lagi untuk cari makanan Tanah Air. Sebenarnya pengen bakso, tapi sayang sudah habis. Akhirnya makan semangkok soto ayam dengan nasi 5 sendok dan teh botol Sosro seharga Rp. 39 ribu!! Nggak papa deh.. pura-pura jadi orang kaya. Hehehe..
Puas makan (sebenarnya belum puas) trus ke teras bandara. Biasa…
Tepat pukul 17.00 WIB aku masuk lagi, beli Kompas terbaru (sampai saat ini belum juga aku baca.. hahaha) kemudian ke ruang tunggu di Gate F4. “ggak berapa lama langsung ada panggilan boarding. Ternyata jatah kursiku udah diduduki orang lain. Biarinlah.. Yang waras ngalah!
Nggak pake delay, jam 17.50 pesawat sudah bergerak menuju landas pacu. Perjalanan 50 menit dimulai. Karena Jet Lag (mungkin..) aku terkantuk-kantuk di atas pesawat. Minum Jus jambu, makan coklat Kit-Kat, kacang reject, dan roti isi pisang cukup terasa nikmatnya.
Jam 19.00 kurang pesawat sudah mendarat. Aku sudah dinanti oleh mantan pacarku. Setelah bagasi beres, segera carter taksi untuk diantar ke pondokan. Mandi dengan air dingin, sholat, kemudian sudah tersajikan semangkok bakso, nasi dengan lauk lele goreng, tempe goreng, pete goreng, serta sambal bawang. Mantab!!!
Akhir petualangan di negeri Oman. Setelah ini nggak ada lagi kisahku di Oman. Oman bas khalas..
Posted via N900 and powered by XL 3.5G
















































