Feeds:
Tulisan
Komentar

Round 1 to Indonesia(??)

Finally, Indonesia vs Malaysia, 1 – 0 (??). The world has admit that BATIK is from Indonesia. Batik in Malingsia is brought by Indonesian people who now is malaysian resident. So If they insist Batik is from Malingsia, they are MORON!! Malingsia has claimed  Batik as their culture in 2007. So F@*!in’ Stupid Idiot.

batik-as-world-heritage

Indonesia has won this time, 1 for Indonesia and 0 for Malingsia. From the early years of Indonesian People until now, Batik is From Indonesia!!!


News:

From Malingsia

Welcome to black parade

by MY CHEMICHAL ROMANCE

When I was a young boy, My father took me into the city, 2 c a marching band. He said : “Son, when u grow up will u b the saviour of the broken, the beaten n the damned?”

He said: “Will u defeat them, ur demons n all the non-believers, the plans that they have made? Because 1 day I leave u a phantom 2 lead u in the summer 2 join the black parade.”

Sometimes i get the feeling She’s watching over me N other time I feel like I should go. N thru it all the rise n fall. The bodies in the street. N when u’re gone we want U all 2 know.

We’ll carry on, we’ll carry on. N though u’re dead n gone believe me. Ur memory will carry on, we’ll carry on. Until my heart I can’t contain it. The anthem won’t explain it.

A world that sends you reeling from desimated dreams. Ur misery n hate will kill us all. So paint it black n take it back. Let’s shout it loud n clear. Defiant 2 the end we hear the call.

2 carry on. We’ll carry on N though ur dead n gone believe me Ur memory will carry on, we’ll carry on N though ur broken n defeated Ur weary widow marches on

N on we carry thru the fears, Oh The dissapointed faces of ur peers,Oh

Take a look at me ‘coz I couldn’t care at all

Do or die, U’ll never make me

B’coz the world will never take my heart.

Go n try, U’ll never break me

We want it all, we want 2 play this part

I won’t explain, or say I’m sorry

I’m unashamed, I’m gonna show my scar

Give a cheer, 4 all the broken

Listen here, b’coz it’s who we r

I’m just a man, I’m not a hero

Just a boy, whose meant to sing this song

I’m just a man, I’m not a hero

I DON’T CARE!!

dummybanner1

Post via email by Oman Mobile

Lebaran di Oman

Akhirnya…. tamat juga puasanya di tanah Arab. Puasa dengan alam yang ganas, godaan es teh, pepsi dingin, dan minuman lain yang bikin “cleguk”…. Kalo lapar sih gampang. Hausnya ini yang minta ampun nahannya. Apalagi masih musim Summer yang siangnya bisa 40-an derajat celcius.
Hari ini adalah hari kemenangan setelah genap 30 hari puasa. Beda dengan negara lain (termasuk Indonesia) yang lebarannya tanggal 20 September. Cuma Oman sendiri yang lebaran tanggal 21 September.
Company shut down mulai tanggal 20 s/d 25 September. Kita mau melaksanakan sholat Ied berjamaah di kota Khasab, sekitar 45 menit perjalanan menggunakan Boat, atau sekitar 9 km.
Pada tanggal 20-nya karena libur, habis sahur bisa istirahat. Tapi karena di Indonesia udah lebaran ya terpaksa ngabisin pulsa buat kirim sms dan telpon sanak saudara.. Siangnya tidur lagi… Khan tidurnya orang puasa adalah ibadah..
Nggak tahunya, teman-temanku udah berangkat di siang dan sore harinya ke Khasab dan nginep di Guest House punya company. Yah… ketinggalan deh… :( Eh tak tahunya aku nggak sendiri, masih ada empat orang lagi. Lega deh ada teman. Soalnya si Koki juga ikutan pergi, trus makan apa ntar buka? Tak tahunya karyawan yang dari Thailand pada masak sotong hasil mancing paginya.. Alhamdulillah… makan juga akhirnya.
Tanya sana-sini ternyata ada Boat berangkat jam 4 subuh. OK deh, aku ikut. Dari pada bingung tidur dan mandi di Khasab, karena hampir 20an orang dalam satu kamar, mana bisa tidur?
Jam 3 subuh udah bangun, trus mandi. Jam 3.30 siap. Temen2 juga udah pada siap2. Ternyata jam 4.30 juga berangkatnya. Naik Boat ke Khasab pagi buta, dingin juga. Trus di khasab ada mobil yang jemput dari Khasab Port ke Guest House. Lanjut sholat subuh di Masjid depat Guest House. Jam 5.30 jalan kaki ke kota ke arah Bandara. Aku lupa bikin snapshot di GPS hape-ku lokasi Sholat-nya. Nggak di Masjid, tapi di lapangan. Soalnya Masjid Sultan Qaboos belum jadi.
Gak ada yang special lebaran di Oman, gak terdengar Takbir sama sekali dari corong Masjid…
Kira-kira jam 7an sang pembesar Oman dengan membawa senjata tradisional di pinggangnya baru datang. Langsung deh Sholat Ied dimulai. Selesai sholat diteruskan khotbah dalam bahasa arab. Kagak ngerti, hehehe… Trusssss silaturahmi dengan kawan seperjuangan di sini. Foto-foto juga.. Kenang-kenangan…

Wah… ternyata banyak juga yang sholat. Tapi nggak aku lihat satupun perempuan yang ikut sholat.  Kemana Aq abis sholat. mereka ya? tiiit…tiit… radar mencari. Nggak ada.

Jadi kayak turis deh, saling tukeran hape buat foto-foto.  Pokoknya cari yang latar belakangnya barang-barang arab, entah orangnya atau bangunannya.  Biar nggak dikira bohong aku ada di negeri arab. Salaman juga ama orang Indiahe, orang Pakistani, dan orang Oman sendiri. Cuek aja.. mereka nggak kenal kita kok…

bubaran sholatNih Fotonya…

Rame...

Puas foto-foto, jalan ke kota nyari SARAPAN!!, Wah masih pada tutup, ya udah nunggu agak siangan siapa tahu ada undangan makan dari teman-temanku di Khasab.

Benar juga, ada undangan makan, asyik…. Undangan pertama ke tempat Arbab-nya kawanku orang Pakistan. Namanya Gul Israr. Di sana cuma sebentar, sst aku bisikin … soalnya belum mateng… hehehe… Ternyata ada telepon dari Sulaeman, staff purchasing yang asli Oman. Kita jalan lagi sedikit ke rumah beliau. Nahhh ini baru muantabbek!!! Bukan rumah Sulaeman sih, kalau orang Jawa bilang rumah keprabon, tempat keluarga besarnya ngumpul. Eh… ketemu TKW dari Indonesia juga di sana.. Cerita deh si dia ama temenku yang kebetulan satu daerah dengan si TKW tadi, yaitu sunda.. Aku hanya bengong… Mafi malum.

Gue lagi.. dengan latar belakang Arab (orangnya...)(Agak kurus ya abis puasa.. hehehe).

Latar belakang Masjid Sultan Qaboos.

Hidangan yang disajikan di tempat Sulaeman buanyak buanget. Ada buah-buahan, ada qobus (roti Arab), ada kacang arab, dan kue-kue.

Yang belum pernah aku makan ya dicobain… ternyata enak juga. (Lapar sih…)

Aku lihat ada buah-buahan yang nggak asing dan aku yakin ini datangnya dari Indonesia, paling nggak dari Asia Tenggara. Mana ada buah tumbuh di Arab selain kurma atau kajoor. Antara lain: Manggis, kelengkeng, dan rambutan.. Gak papa sih, cuma aneh aja..

sampe layar hape nggak muat bok!!tamu yang lapar (salah setting hape, makanya kabur... sial deh)

Selesai dari tempat Sulaeman, ternyata masakan di tempat Gul Israr udah masak. Kita pamit kembali ke rumah orang Pakistan. Mereka masak ayam sama nasi beriani. Satu nampan buat berempat. Serasa di kendurian deh..

Berhubung perut minta di isi, ya lahap juga makannya… Ayo cah... dientekke... Wareg tenan...

wow garmi...Selesai makan tempat Pakistan, jalan lagi ke Guest house. Temenku Pak Edi nelpon ABK-nya yang orang oman untuk datang. Beberapa menit kemudian dia datang.

Namanya Nadeer.

Sama si Nadeer kita di ajak putar-putar kota sampai ke Pantai.  Setelah itu mampir ke rumahnya.. Hidangannya mirip-mirip. Ada buah-buahan juga. Si Nadeer aku tanya nama buah, dia jawab nggak tahu.

Berarti emang bener si Manggis, kelengkeng ama si rambutan emang dari tempat kita…  Jalan lagi ke tempat yang namanya Muhammad. Dia udah agak berumur dari si Nadeer,  ABK pak Edi juga. Khasab roadAnaknya udah enam (wow!!)

Menu mirip, cari-cari yang belum ada. Eh… ada kopi. Nyobain ah… Jangan salah sangka dengan gelas yang imut. Jangan pula berpikiran si tuan rumah pelit. Kalo disuguhin segelas besar, pasti nggak abis. PAHIT bok!!! Terpaksa di dorong ama buah-buahan manis. Ada juga dodol atau jenang-nya. Lumayan… tapi lebih enak dodol garut atau Jenang kudus. I love Indonesia!!

Kenyang juga deh akhirnya. Setelah Pamit ama Muhammad karena perut matruss, kita kembali ke Guest House. Nungguin jam pulang lama sekali. Sambil bercengkerama, setelah sholat ashar kita jalan kaki ke pelabuhan Al Mina. Mungkin sekitar 1 Km. Mampir ke mini market di Pom Bensin beli bekal mkan malam dan makan pagi besok. Soalnya si koki belum ikut pulang… mau istirahat katanya. Akhirnya lepas maghrib kita berangkat ke “alcatraz”. sampai rumah sekitar jam 19.00. Mandi, sholat maghrib dan …. bikin MIE!!!

Minal Aidin Wal Faidzin 1 Syawal 1430 H

Have a nice Ied Al Fitr

Minal Aidin

Bahasa

Bekerja di luar negeri, salah satu modalnya adalah kemampuan berbahasa. Terutama sekali adalah bahasa Inggris. Apalagi bila kita dibidang yang menuntut banyak berkomunikasi dengan orang luar atau asing. Namun musti dilihat di negara mana kita berada, karena nggak semua orang bisa berbahasa Inggris. Kecuali kita bekerja di Inggris, America, Canada, Australia atau di negara yang bahasa ibunya adalah English. Bila di negara-negara tersebut, mungkin bahasa Inggris kita nilainya hanya 5.
Sialnya apabila kita di Jazeera Arabia. Banyak orang Arab yang nggak paham bahasa Inggris. Mungkin dibawah 10% yang paham bahasa Inggris. Kita yang bahasa Inggris-nya pas-pasan bisa-bisa menjadi paling pinter.
Pengalaman kerja di Arab, bukannya bahasa Inggris kita tambah jago tapi malah jadi rusak. Karena percuma aja berbuih-buih nyerocos, sementara lawan bicara kita nggak ngerti. Ujung-ujungnya pake bahasa tarzan dan peragaan tubuh.
Terpaksa memperkaya imajinasi untuk memperagakan suatu benda, sifat, atau pekerjaan. Disamping itu memperkaya kosa kata bahasa setempat untuk mempermudah berkomunikasi dengan mereka. Selain masalah bahasa, ada masalah juga dengan logat. Apabila berhadapan langsung mungkin kita bisa memperhatikan bahasa gerak tubuh. Namun yang sering saya alami adalah via telephone. Susah bener mengartikan bahasa inggris logat asia barat (arab, india). Namun lambat laun kendala teratasi dengan adaptasi. Bukan mereka yang belajar, tapi kita yang belajar mengerti bahasa mereka.

Just …

Lama gak ngetik di blog. Abis sarapan nyoba nyempetin ngetik. Agak susah sih, biasanya pake keypad qwerty dari HP, sekarang macam ketik sms. Satu huruf bisa 3x pencet. Mungkin dah pada tahu kalo HP-ku ilang, dari perbincangan di FB. 2 minggu lalu Sony Ericsson kesayangan seri P1i diembat orang dari tempatku kerja bersama 3 HP yang lain. 1 punya bos-ku, 2 punya teman kerjaku, dan 1 punyaku. Gak bisa nuduh siapa2, karena gak ada bukti. Ceritanya ke 4 HP tersebut ditaruh di kotak yg nempel di jendela kaca. Kenapa di jendela? Karena jika masuk kantong apa di meja komputer gak ada sinyal. Maka ditaruh di jendela, biasanya masih ada sinyal walau cuma 1 atau 2 bar. Biasanya gak ilang, tapi entah setan mana yang membisiki orang itu untuk ngambil HP kami. Yah mungkin teguran dari Yang Maha Kuasa. Ambil hikmahnya aja.
Sekarang pake HP sederhana dari SE juga tipe K800i. Yang disesalkan adalah ilangnya isi nomer dan data di dalamnya. HP bisa beli baru, nomer kawan dan saudara butuh waktu lama untuk mengumpulkan lagi. Pengennya beli yang terbaru sih, tapi musti ke kota besar seperti Muscat atau Dubai. Yang yang penting bisa connect dulu deh.
Sekarang kotak HP di jendela kosong. Ada yang mau?

Part 2. Karena layar HP nggak muat diisi tulisan banyak-banyak. Lanjut…

Sampai soal orang Indonesia ya, mana ada orang Indonesia mengulurkan tangan kirinya untuk memberi atau menerima sesuatu dari orang lain? Kalo ada, yah berarti dia gila. Itu semua bukan bualan semata. Oleh suatu badan survey di suatu negara (aku lupa badan survey dan negara mana) membuktikan bahwa orang Indonesia adalah orang paling ramah di dunia. Nomor duanya kalo nggak salah Hongkong. Paling nggak ramah ya negara kawan saya di sini, inisial negaranya ‘P’. Tiap hari berita di TV adalah perang di negaranya. Emang QARBOOT!!! Satu lagi yang membuatku menggelengkan kepala berkali-kali. Adalah penduduk asli. Sebegitu sombongkah orang-orang ini? Begitu membanggakan keberadaannya sebagai penduduk asli. Padahal mereka hanyalah tong kosong??? Hanya bisa berbunyi kalau dipukul. Walaupun kadang bunyinya sangat fals, nggak enak didengar.
Hal-hal ini membuatku sadar, ternyata negeri kita Indonesia alangkah indah dan kayanya. Eh, bukan berarti aku menyesali pergi ke negeri arab ini ya. Catat itu. Allah maha adil dan maha bijaksana. Allah maha besar dengan segala ciptaannya. Aku ingin mengetahui ciptaan Allah di belahan bumi yang lain. Itu saja. Aku percaya kalau jalanku hingga ke dataran yang sekarang aku pijak ini adalah atas kehendak-Nya. Mungkin cobaan, mungkin karunia. Wallahualam..

Yah, semoga aku diberikan kekuatan dan kesabaran … Amiin..

powered by P1i and Oman Mobile

Pengalaman Pertama

Banyak yang bisa dipelajari saat bekerja di daerah atau bidang baru. Bisa memperkaya khasanah hidup, cerita, ilmu pengetahuan dan wawasan. Bidang kerja yang jauh dari bayangan sebelumnya. Dari tempatnya, dari orang-orangnya, dari bahasanya, dari ilmu dan teknologinya, dari suasana dan sebagainya.
Awalnya emang sudah menjadi cita-cita dan mimpi untuk kerja di luar negeri selepas kursus selesai. Walau ilmu kursus nggak dipake untuk saat ini, menurutku bukanlah hal yang merugikan. Pengalaman dan ilmu baru akan didapat kemudian. Toh yang namanya belajar khan nggak ada untung ruginya. Untuk ilmu yang digali bagi kesejahteraan. Bukan ilmu untuk menyengsarakan diri dan orang lain ,ya tho? Bayangkan, sekarang saya mendapat ilmu bagaimana melewati gerbang negara menuju negara lain, bagaimana hidup di masyarakat Arab, bagaimana mengirim uang dari luar negeri, bagaimana mengatur Logistic, bagaimana mengoperasikan software baru, bagaimana naik dan mengendarai alat berat, bagaimana melakukan CPR, bagaimana menggunakan lifejacket, bagaimana berbahasa arab walaupun kadang yang kasar dan jorok kalau diterjemahkan, dan banyak lagi yang bisa dipelajari.
Selain daripada itu banyak pelajaran yang aku dapatkan setelah bekerja di jazirah Arab. Bagaimana mengendalikan diri dari nafsu. Nafsu amarah. Kalau nafsu yang lain nggak dibahas disini ya….
Amarah kadang muncul tiba-tiba disaat kita dihadapkan pada banyak masalah. Dari pengalamanku beberapa bulan di sini, aku banyak menemui masalah terutamanya relasi dengan sesama manusia. Bagaimana nggak sebel dan marah saat mereka mentertawakan kita dan mengeluarkan kata-kata yang tak semestinya diucapkan kepada sesama muslim. Apalagi yang membuat aku tak habis pikir adalah mereka mengaku muslim, dari dataran Arab lagi, kok bisa-bisanya berkata-kata kotor seperti itu? Disaat badan keringetan, capek, bukannya bantuin malah ngomong yang nggak-nggak. Ada juga orang-orang dari negara yang sekarang negerinya sedang perang (inisial negaranya P) yang mau dimintain tolong kalo ada uang atau minuman buat dia. Apa nggak gila? Mungkin kebiasaan yang membuat seperti itu. Mafi sabar mafi zen. Nggak sabar nggak bagus. Adat dan budaya berbeda yang kadang kala menjadikan gesekan. Memang terbukti, bahwa bangsa Indonesia adalah bangsa yang berbudi pekerti tinggi. Mana ada orang pegang-pegang kepala orang? Kalo dia orang tua kita atau orang yang kita tuakan ya nggak apa-apa. Kalo bukan?

To be continued.

Powered by P1i

R vs R

Rial Oman. Bahasa Inggris-nya Omani Rial. Rial Oman termasuk mata uang dengan rate tertinggi di dunia. US$ 1.00 = RO 0.385. Jangan dibuat berapa Rial Oman tiap 1 Rupiah, pasti 0.00… . Oleh pemerintah Kesultanan Oman, sudah dipatok harga mati tingkat pertukaran dengan US Dollar. Negara kaya sih.. Sedangkan rate dengan Rupiah dipengaruhi oleh pergerakan Dollar.

Di sini nggak akan bahas mata uang atau masalah ekonomi. Nggak mudheng. Yang ingin saya share di sini adalah pengalaman pribadi sebagai expatriate di negara orang. Kebetulan saya di Oman. Yaitu masalah naik-turunnya gaji karena nilai pertukaran mata uang di Indonesia. Awal bulan Maret yang lalu nilai US$ 1.00 adalah Rp. 12.000,00. Wah saat itu kaya raya. Tapi sayang aku cuma kerja 8 hari aja saat US$ menguat terhadap Rp. Kalau ditukar ke Rp, RO 1,000 adalah Rp. 31.200,00. Seiring perjalanan waktu, ternyata Rupiah terus menguat terhadap US Dollar. Di awal bulan April, Rial Oman sedikit turun menjadi Rp. 29.500,00. Ternyata pasar bereaksi positif terhadap hasil pemilu. Rupiah menguat lagi. Pas gajian, di awal bulan Mei, Rupiah menguat lagi. US$ 1,00 setara dengan Rp. 10.250,00. Kalau di konversi ke Rial Oman, RO 1,00 setara dengan Rp. 26.200,00.

Ironis ya, bagi ekonomi dalam negeri ini adalah pertanda baik. Namun bagi WNI yang menjadi expatriate di negara lain, penguatan Rupiah justru merugikan. Jadi doanya saling berlawanan. Solusinya?

Powered by P1i and Oman Mobile.

Perjalanan ke Oman

20 Pebruari 2009

06.15 WIB.

Aku udah nyampe di Bandara Adi Sutjipto Jogja, langsung Check in. Rencana ETD jam 07.00 WIB. Aku diantar mantan pacarku, yang sekarang sudah menjadi istriku…

08.30 WIB.

Udah nyampe Bandara Soekarno-Hatta Jakarta. Keluar dari ruang kedatangan, langsung naik Shuttle Bus ke Terminal 2.  Janjian ketemu sih siang, soalnya pesawat juga berangkat jam 15.00 WIB. Sambil nunggu kawan, aku nongkrong di teras Bandara sambil merokok. Sshhh hah….

13.00 WIB

Setelah ketemu sama kawan (Ananto) yang akan bersama-sama berangkat ke Oman, langsung Check in di Counter maskapai ETIHAD. Dari sini sangat lancar. Kemudian, kita keluar lagi mencari cemilan. Akhirnya ke Counter AW, makan Burger. Aku dibayarin. Padahal baru pertama kali ketemu. Baik bener nih kawan…

13.30 WIB

Masuk lagi dan langsung ke Imigrasi. Nah disini yang agak susah. Soalnya aku pake Visa On Arrival. kalo pake Visa On Arrival, syaratnya adalah tiket PP. Masalah tiket sih nggak masalah. Yang jadi masalahnya adalah tiket pulangnya yang berjangka waktu setahun…. Aku tetap ngotot cuma mau visit ke Oman, dan tiketnya orang lain yang beliin. Aku bilang aja cuma 2 minggu. Mereka tetap mendesakku dengan pertanyaan-pertanyaan dan menakut-nakuti aku. Dengan semangat ngeyel ‘45, akhirnya merdeka juga…. Walaupun sempat deg-degan juga.

14.45 WIB

Boarding. After make a last call, then I switched off my cellular. It’s a big airplane. I was sit  on seat 31D near of my buddy Ananto. Walaupun kelas ekonomi, setingkat dengan kelas Executive-nya maskapai Nasional. Every seats has a LCD TV, yang berisi entertainment dan informasi dengan Mode touch screen. Bahkan kita bisa nengok landas pacu dan awan saat mau take off dan selama terbang dari kursi kita… Hebat…

dsc000181Soal Minuman, kayaknya sama aja. Udah menginternasional. Yang aneh ya makanan. Aku oilih Lamb, wuih… aneh.. nasinya kayak nasi jagung gitu. Trus lauknya kayak gule. Tapi bumbunya sangat beda… malah jadi eneg… wuekz.. Liat-liat Film, banyak yang udah pernah diliat. Jadinya perjalanan 8 menuju Abu Dhabi lebih banyak menikmati hebatnya pesawat aja… Bosan jadinya.

23.00 WIB = 20.00 WAD (Waktu Abu Dhabi).

Masih di 20 Pebruari, jam 23.00 nyampe di Abu Dhabi. Biar nggak bingung dan ketinggalan pesawat ke Muscat, jam tangan aku mundurin 3 jam lebih awal. Karena penerbangan masih jam 3 subuh nanti, maka waktu yang sangat lama ini aku manfaatkan untuk menikmati Bandara Internasional Abu Dhabi yang megah… Rame banget. banyak bule, keling, Indiahe, dan lain-lain ngumpul di sini. Yang aku kagum adalah soal arsitektur yang cantik. dsc000081Minim lampu penerangan namun tidak terasa gelap/suram kurang cahaya. Uapik tenan… (huuuu ndeso!!!). Lampu dipancarkan dari bawah kubah  (kubah ya namanya?) dan cahayanya memantul sampai keseantero gedung yang ditempeli hiasan Mozaik dari tugelan-tugelan keramik… Cantik!! Oh iya, tak lama setelah bengong dengan keindahan bandara, aku aktifin HP. Itung-itung sebagai kameralah kalau gak ada sinyal.. Wong kameraku tak tinggal di rumah karena rusak…. Dan ternyata, ada sinyal juga! Tapi… sekali SMS sekitar Rp.4000-an. Dan kalo terima telepon, kena roaming. 1-2 menit aja Rp. 20 ribu abis…dsc000041

Setelah muter-muter, akhirnya nemu yang aku nanti dan aku cari, SMOKING AREA!!!!! Sepet juga hampir 12 jam nggak merokok. Sambil membunuh waktu, aku sempatkan juga main Internet gratis di Bandara. Walaupun banyak yang antri dan tiap 15 menit log off. Minimal bisa mengecheck email masuk… Akhirnya karena Jet Lag, aku tertidur juga di bangku penumpang..  Kira-kira ada kalau 30 menit aku tertidur. Lama banget sih, masih jam keesokan harinya baru terbang. Banyak SMS masuk tapi sayang pulsa dong….

21 Pebruari 2009

02.00 WAD.

Setelah mendekati waktu boarding, aku mendekati gate yang akan memberangkatkanku ke Muscat, Oman. Banyak wajah asia melayu di sini. Kebanyakan Philipine. Indonesia juga ada, itulah TKW… Udara dingin banget. Aku lihat diluar udara berkabut. Selama di Bandara Abu Dhabi, aku sempat mikir dan termenung, “nyampe juga aku ke Arab ya???”

03.00 WAD

Akhirnya waktu boarding tiba. Aku dan kedua temanku, Ananto dan Christian segera naik pesawat. Dasar udah ngantuk, sampai di atas setelah seteguk air mineral Al Ain aku tertidur lagi.

04.45 WAD

Aku terbangun dari tidurku. Dan aku sempat heran bahwa pesawat tidak bergerak sama sekali seperti aku naik tadi. Ternyata ada pengumuman dari Captain kalau penerbangan di cancel karena udara berkabut dan sangat tebal.. Akhirnya aku dan kawan-kawan turun dari pesawat. Busyet!!!

dsc00009Setelah nongkrong sebentar akhirnya aku dan teman-temanku diberikan kamar di Airport Hotel. Karena penerbangannya masih jam 21.00 malam nanti.  Hotelnya enak, lumayan LUX. Dapat makan 3 kali. Ya cuma itu tadi seperti di dalam pesawat, menunya kagak ngerti. Ada nasipun rasanya aneh. Terpaksa deh dari pada kelaparan.

20.30 WAD

Akhirnya setelah jam 20.30 kita menuju ke ruang tunggu buat boarding. Sambil menunggu waktu, mampir dulu ke tempat Favorit. Buat ngabisin Marlboro seharga DHS 8,00 atau setara US$ 2,00. Habis dua batang lanjut ke Gate 2. Di sini nggak ada delay. Ontime. Cuma ya itu, saya masih nggak percaya… kok nyampe Arab juga ya???

Kemudian namaku dipanggil ama crew Etihad yang orang Philipine, untuk ditukar boarding passnya.

20.40 WAD

Jam 20.40 naik pesawat. Sama dengan pesawat dari Jakarta. Besar dan Luas, tapi sepi… kosong… Airbus A330 duduk di seat 31D. Tapi aku pindah tempat ke yang enak… Penerbangan direncanakan selama 1 jam.

dsc000111

Di dalam pesawat kita mendapatkan roti-roti, air minum dan macam-macam hidangan lain. Cuma TVnya gak ada hiburan.. paling liat awan diluar ama peta perjalanan. Mungkin karena penerbangan singkat. Di dalam pesawat aku sempat memperhatikan crew pesawat yang rata-rata kayak bukan orang arab. Bahkan ada satu nama yang membuatku yakin bahwa dia dari Indonesia. Namanya Novi. Pasti dari Indonesia…

22.55 WOm (Waktu Oman)

Tidak ada perbedaan waktu antara Abu Dhabi dengan Muscat (Ibukota Oman). Mendarat pukul 22.55. Langsung beli Visa On Arrival. Prosesnya gampang dan tidak berbelit. Heran… di negara lain mudah, kok di negara sendiri dipersulit??? Visa seharga RO 6.00 sudah ditangan. Trus ke loket Imigrasi. Kita ngakunya Tourist. Katanya Visa Kerja akan diurus oleh perusahaan setelah kita nyampe. Lancar…. nggak berbelit. Kemudian kita ambil bagasi. Lancar juga, cuma ada sesuatu di tas Christian yang harus diperiksa oleh petugas, ternyata ada sendok-garpu, ama thermos besi…

Keluar dari situ kita sambil smsan dengan Pak Fahmi, diarahkan ke counter OMAN MOBILE. Beli kartu perdana yang namanya HAYYAK seharga RO 2.00. Di sini yang registrasi petugas, karena kita diminta passportnya. Kemudian keluar mencari orang yang namanya Mohammed Ameer. Orangnya gendut, naik SUV mereknya GMC hitam. Ketemu juga…. sempat bla-bla-bla sebentar, kemudian langsung meluncur ke penginapan di kota Muscat. Gila… mobilnya keren. Tapi yang membuat ngeri (karena aku duduk di depan) si Ameer ini nyopir sambil main HP. Kecepatannya >120 km/jam!!! Jadi tiap saat ada alarm yang menandakan mobil mendekati batas jalan… lha iya… wong dia nyopir nggak lihat jalan tapi lihat HP.

22 Februari 2009, 00.40 WOm.

Nyampe juga di Hotel. Namanya Sun City Hotel. Hotel kelas Melati deh kayaknya. Tapi lumayan bersih. Setelah Ameer pamitan, kita masuk kamar. Satu kamar bertiga, ada 3 bed. Nyobain aktifin si Hayyak, ternyata belum bisa aktif, PIYE TOH!!!! Akhirnya tertidur zZzZzZzZzZz….

06.00 WOm

Bangun dan sholat subuh. Trus tidur lagi, karena jetlag (atau malas??).Hotel Sun City

09.00 WOm

Bangun, mandi dan cari sarapan di kedai (Coffee Shop) depan hotel. Aku beli Teh susu ama sepotong roti seharga RO 0.200, atau namanya 200 Baiza (sen). Beli rokok Marlboro seharga RO. 0,700. Sengaja nggak sarapan berat karena siang harinya mau medical test.

12.00 WOm

Di jemput ama Ameer untuk medical test. Karena aku belum punya pas foto, maka aku diajak ke studio foto dulu. Medicalnya di rumah sakit BADR AL SAMAA. Aneh…karyawan rumah sakitnya orang asing semua. Ada India, Philipine, dan kata Pak Fahmi ada 6 orang cewek asal Indonesia juga…  Medicalnya sepertinya hanya sebagai Formalitas. Kalau di Indonesia agak ribet dan banyak yang di test. Wong nggak ditest mata kok ada hasil test mata? Wah…. parah… Selesai Medical Test, kita dikasih uang sama Ameer untuk makan siang. Kita sepakat makan di KFC. Di sini nggak ada nasi, akhirnya sepakat milih paket kombo biar gampang. 3 ayam, satu kentang, satu salad dan satu pepsi. Sampe ‘mblenger’ makan ayam, total habis RO 6.600.

dsc00026

Sampe Hotel setelah ngobrol sebentar akhirnya tertidur.

Tengah malam ternyata kebangun karena perut protest!!!! Daripada kelaparan akhirnya aku buka bekal dari Indonesia. Ada MIE GELAS dan kopi TORABIKA DUO. Untung ada air panas sisa tadi pagi dan masih cukup panas untuk melebur mie. Terobati juga laparku… akhirnya setelah sholat Isya aku tertidur lagi.

23 Februari 2009 14.00 WOm

Di jemput ama Ameer untuk berangkat ke Khasab naik Ferry HORMUZ. Setelah beli tiket seharga RO 23.00 akhirnya kita berlayar ke Khasab. Kota terakhir perjalanan. Berangkat sekitar jam 15.00 WOm. Ada pramugari “syemok” berwajah arab mengenakan seragam rok mini (Aneh ya??).

berlayar dengan HORMUZKita masuk ke kelas ekonomi, fasilitasnya minum gratis, dan makan malam. Perjalanan ditempuh dalam waktu sekitar 5 Jam. Kita banyak foto-foto di atas kapal, tapi pake kameranya Ananto. Karena HPku out of battery (sialan!!!) jadi stok foto yang ditampilkan di episode ini cukup terbatas. Lain kali aku upload jika ada waktu… Dapat cemilan juga berupa kacang, ternyata buatan Malaysia (!@#$%^&*). Ada soft drink PEPSI juga, dapet kopi, dll. Gratis..tis…

ruang ferry kelas ekonomiAda hiburan TV dan Film. Karena kapal berisik, kita diberi Head Phone untuk dengerin siaran TV. Kebetulan siaran TVnya film kalo nggak salah judulnya BLACK HAWK DOWN. Perjalanan selama 5 jam tak terasa. Asyik naik kapal Ferry LUX yang super cepat. Kota Khasab ada di ujung yang berbatasan dengan UAE. Jadi kalo lewat darat kita harus melewati negara orang dulu baru nyampe ke Khasab. Makanya orang Khasab kalo mau belanja lebih dekat ke UAE dari pada ke kota Muscat. pepsiLihat filmnya nggak konsen karena melirik tingkah laku orang di kapal. Sangat jarang kita bisa melihat perempuan di Oman. Tradisi yang dipegangnya sangat kuat. Wanita harus di rumah. Jadi mumpung bisa melirik, liriklah… (hehehehe…)

Akhirnya sampai juga di pelabuhan yang lumayan besar di Khasab. Namun katanya karena Khasab termasuk daerah dekat dengan perbatasan negara lain (banyak negara) di sini  sengaja tidak dibangun banguan atau tempat yang membuat banyak orang berkunjung. Di pelabuhan ada bangunan Militer yang menandakan keamanan di sini cukup ketat. Jangan macam-macam….

Setelah ambil bagasi di ruang tunggu pelabuahan yang sepi, akhirnya kita nunggu boat yang akan mengantarkan kita ke Ghassah. Site tambang batu (Quarry) tempat aku mengais Rial. Setelah beberapa lama menunggu, akhirnya datang juga Boat kecil, bermesinkan YAMAHA 225 CC yang cukup kencang menerjang ombak selat HORMUZ menuju Ghassah. Karena nggak ada jalan darat maka lebih enak naik Boat.

21.00 WOm

Akhirnya perjalananku berlabuh di sini. Ghassah namanya. Nggak ada pohon rimbun, nggak ada Mall, nggak ada cewek (hehehe..), dan nggak ada ONTA! yang ada hanyalah gunung batu, semak liar, pasir, pantai dan Kambing yang suka makan kardus!!!

bakri eat carton boxJam 21.00 WOm nyampe di Jetty, dijemput pake Pickup Toyota Hilux menuju Mess Indonesia. Ngobrol, makan, minum, ngrokok sebentar, akhirnya tidur…. Besok kerja!!!!!

Tulisan Sebelumnya »