Feeds:
Tulisan
Komentar

Part 2. Karena layar HP nggak muat diisi tulisan banyak-banyak. Lanjut…

Sampai soal orang Indonesia ya, mana ada orang Indonesia mengulurkan tangan kirinya untuk memberi atau menerima sesuatu dari orang lain? Kalo ada, yah berarti dia gila. Itu semua bukan bualan semata. Oleh suatu badan survey di suatu negara (aku lupa badan survey dan negara mana) membuktikan bahwa orang Indonesia adalah orang paling ramah di dunia. Nomor duanya kalo nggak salah Hongkong. Paling nggak ramah ya negara kawan saya di sini, inisial negaranya ‘P’. Tiap hari berita di TV adalah perang di negaranya. Emang QARBOOT!!! Satu lagi yang membuatku menggelengkan kepala berkali-kali. Adalah penduduk asli. Sebegitu sombongkah orang-orang ini? Begitu membanggakan keberadaannya sebagai penduduk asli. Padahal mereka hanyalah tong kosong??? Hanya bisa berbunyi kalau dipukul. Walaupun kadang bunyinya sangat fals, nggak enak didengar.
Hal-hal ini membuatku sadar, ternyata negeri kita Indonesia alangkah indah dan kayanya. Eh, bukan berarti aku menyesali pergi ke negeri arab ini ya. Catat itu. Allah maha adil dan maha bijaksana. Allah maha besar dengan segala ciptaannya. Aku ingin mengetahui ciptaan Allah di belahan bumi yang lain. Itu saja. Aku percaya kalau jalanku hingga ke dataran yang sekarang aku pijak ini adalah atas kehendak-Nya. Mungkin cobaan, mungkin karunia. Wallahualam..

Yah, semoga aku diberikan kekuatan dan kesabaran … Amiin..

powered by P1i and Oman Mobile

Pengalaman Pertama

Banyak yang bisa dipelajari saat bekerja di daerah atau bidang baru. Bisa memperkaya khasanah hidup, cerita, ilmu pengetahuan dan wawasan. Bidang kerja yang jauh dari bayangan sebelumnya. Dari tempatnya, dari orang-orangnya, dari bahasanya, dari ilmu dan teknologinya, dari suasana dan sebagainya.
Awalnya emang sudah menjadi cita-cita dan mimpi untuk kerja di luar negeri selepas kursus selesai. Walau ilmu kursus nggak dipake untuk saat ini, menurutku bukanlah hal yang merugikan. Pengalaman dan ilmu baru akan didapat kemudian. Toh yang namanya belajar khan nggak ada untung ruginya. Untuk ilmu yang digali bagi kesejahteraan. Bukan ilmu untuk menyengsarakan diri dan orang lain ,ya tho? Bayangkan, sekarang saya mendapat ilmu bagaimana melewati gerbang negara menuju negara lain, bagaimana hidup di masyarakat Arab, bagaimana mengirim uang dari luar negeri, bagaimana mengatur Logistic, bagaimana mengoperasikan software baru, bagaimana naik dan mengendarai alat berat, bagaimana melakukan CPR, bagaimana menggunakan lifejacket, bagaimana berbahasa arab walaupun kadang yang kasar dan jorok kalau diterjemahkan, dan banyak lagi yang bisa dipelajari.
Selain daripada itu banyak pelajaran yang aku dapatkan setelah bekerja di jazirah Arab. Bagaimana mengendalikan diri dari nafsu. Nafsu amarah. Kalau nafsu yang lain nggak dibahas disini ya….
Amarah kadang muncul tiba-tiba disaat kita dihadapkan pada banyak masalah. Dari pengalamanku beberapa bulan di sini, aku banyak menemui masalah terutamanya relasi dengan sesama manusia. Bagaimana nggak sebel dan marah saat mereka mentertawakan kita dan mengeluarkan kata-kata yang tak semestinya diucapkan kepada sesama muslim. Apalagi yang membuat aku tak habis pikir adalah mereka mengaku muslim, dari dataran Arab lagi, kok bisa-bisanya berkata-kata kotor seperti itu? Disaat badan keringetan, capek, bukannya bantuin malah ngomong yang nggak-nggak. Ada juga orang-orang dari negara yang sekarang negerinya sedang perang (inisial negaranya P) yang mau dimintain tolong kalo ada uang atau minuman buat dia. Apa nggak gila? Mungkin kebiasaan yang membuat seperti itu. Mafi sabar mafi zen. Nggak sabar nggak bagus. Adat dan budaya berbeda yang kadang kala menjadikan gesekan. Memang terbukti, bahwa bangsa Indonesia adalah bangsa yang berbudi pekerti tinggi. Mana ada orang pegang-pegang kepala orang? Kalo dia orang tua kita atau orang yang kita tuakan ya nggak apa-apa. Kalo bukan?

To be continued.

Powered by P1i

R vs R

Rial Oman. Bahasa Inggris-nya Omani Rial. Rial Oman termasuk mata uang dengan rate tertinggi di dunia. US$ 1.00 = RO 0.385. Jangan dibuat berapa Rial Oman tiap 1 Rupiah, pasti 0.00… . Oleh pemerintah Kesultanan Oman, sudah dipatok harga mati tingkat pertukaran dengan US Dollar. Negara kaya sih.. Sedangkan rate dengan Rupiah dipengaruhi oleh pergerakan Dollar.

Di sini nggak akan bahas mata uang atau masalah ekonomi. Nggak mudheng. Yang ingin saya share di sini adalah pengalaman pribadi sebagai expatriate di negara orang. Kebetulan saya di Oman. Yaitu masalah naik-turunnya gaji karena nilai pertukaran mata uang di Indonesia. Awal bulan Maret yang lalu nilai US$ 1.00 adalah Rp. 12.000,00. Wah saat itu kaya raya. Tapi sayang aku cuma kerja 8 hari aja saat US$ menguat terhadap Rp. Kalau ditukar ke Rp, RO 1,000 adalah Rp. 31.200,00. Seiring perjalanan waktu, ternyata Rupiah terus menguat terhadap US Dollar. Di awal bulan April, Rial Oman sedikit turun menjadi Rp. 29.500,00. Ternyata pasar bereaksi positif terhadap hasil pemilu. Rupiah menguat lagi. Pas gajian, di awal bulan Mei, Rupiah menguat lagi. US$ 1,00 setara dengan Rp. 10.250,00. Kalau di konversi ke Rial Oman, RO 1,00 setara dengan Rp. 26.200,00.

Ironis ya, bagi ekonomi dalam negeri ini adalah pertanda baik. Namun bagi WNI yang menjadi expatriate di negara lain, penguatan Rupiah justru merugikan. Jadi doanya saling berlawanan. Solusinya?

Powered by P1i and Oman Mobile.

Perjalanan ke Oman

20 Pebruari 2009

06.15 WIB.

Aku udah nyampe di Bandara Adi Sutjipto Jogja, langsung Check in. Rencana ETD jam 07.00 WIB. Aku diantar mantan pacarku, yang sekarang sudah menjadi istriku…

08.30 WIB.

Udah nyampe Bandara Soekarno-Hatta Jakarta. Keluar dari ruang kedatangan, langsung naik Shuttle Bus ke Terminal 2.  Janjian ketemu sih siang, soalnya pesawat juga berangkat jam 15.00 WIB. Sambil nunggu kawan, aku nongkrong di teras Bandara sambil merokok. Sshhh hah….

13.00 WIB

Setelah ketemu sama kawan (Ananto) yang akan bersama-sama berangkat ke Oman, langsung Check in di Counter maskapai ETIHAD. Dari sini sangat lancar. Kemudian, kita keluar lagi mencari cemilan. Akhirnya ke Counter AW, makan Burger. Aku dibayarin. Padahal baru pertama kali ketemu. Baik bener nih kawan…

13.30 WIB

Masuk lagi dan langsung ke Imigrasi. Nah disini yang agak susah. Soalnya aku pake Visa On Arrival. kalo pake Visa On Arrival, syaratnya adalah tiket PP. Masalah tiket sih nggak masalah. Yang jadi masalahnya adalah tiket pulangnya yang berjangka waktu setahun…. Aku tetap ngotot cuma mau visit ke Oman, dan tiketnya orang lain yang beliin. Aku bilang aja cuma 2 minggu. Mereka tetap mendesakku dengan pertanyaan-pertanyaan dan menakut-nakuti aku. Dengan semangat ngeyel ‘45, akhirnya merdeka juga…. Walaupun sempat deg-degan juga.

14.45 WIB

Boarding. After make a last call, then I switched off my cellular. It’s a big airplane. I was sit  on seat 31D near of my buddy Ananto. Walaupun kelas ekonomi, setingkat dengan kelas Executive-nya maskapai Nasional. Every seats has a LCD TV, yang berisi entertainment dan informasi dengan Mode touch screen. Bahkan kita bisa nengok landas pacu dan awan saat mau take off dan selama terbang dari kursi kita… Hebat…

dsc000181Soal Minuman, kayaknya sama aja. Udah menginternasional. Yang aneh ya makanan. Aku oilih Lamb, wuih… aneh.. nasinya kayak nasi jagung gitu. Trus lauknya kayak gule. Tapi bumbunya sangat beda… malah jadi eneg… wuekz.. Liat-liat Film, banyak yang udah pernah diliat. Jadinya perjalanan 8 menuju Abu Dhabi lebih banyak menikmati hebatnya pesawat aja… Bosan jadinya.

23.00 WIB = 20.00 WAD (Waktu Abu Dhabi).

Masih di 20 Pebruari, jam 23.00 nyampe di Abu Dhabi. Biar nggak bingung dan ketinggalan pesawat ke Muscat, jam tangan aku mundurin 3 jam lebih awal. Karena penerbangan masih jam 3 subuh nanti, maka waktu yang sangat lama ini aku manfaatkan untuk menikmati Bandara Internasional Abu Dhabi yang megah… Rame banget. banyak bule, keling, Indiahe, dan lain-lain ngumpul di sini. Yang aku kagum adalah soal arsitektur yang cantik. dsc000081Minim lampu penerangan namun tidak terasa gelap/suram kurang cahaya. Uapik tenan… (huuuu ndeso!!!). Lampu dipancarkan dari bawah kubah  (kubah ya namanya?) dan cahayanya memantul sampai keseantero gedung yang ditempeli hiasan Mozaik dari tugelan-tugelan keramik… Cantik!! Oh iya, tak lama setelah bengong dengan keindahan bandara, aku aktifin HP. Itung-itung sebagai kameralah kalau gak ada sinyal.. Wong kameraku tak tinggal di rumah karena rusak…. Dan ternyata, ada sinyal juga! Tapi… sekali SMS sekitar Rp.4000-an. Dan kalo terima telepon, kena roaming. 1-2 menit aja Rp. 20 ribu abis…dsc000041

Setelah muter-muter, akhirnya nemu yang aku nanti dan aku cari, SMOKING AREA!!!!! Sepet juga hampir 12 jam nggak merokok. Sambil membunuh waktu, aku sempatkan juga main Internet gratis di Bandara. Walaupun banyak yang antri dan tiap 15 menit log off. Minimal bisa mengecheck email masuk… Akhirnya karena Jet Lag, aku tertidur juga di bangku penumpang..  Kira-kira ada kalau 30 menit aku tertidur. Lama banget sih, masih jam keesokan harinya baru terbang. Banyak SMS masuk tapi sayang pulsa dong….

21 Pebruari 2009

02.00 WAD.

Setelah mendekati waktu boarding, aku mendekati gate yang akan memberangkatkanku ke Muscat, Oman. Banyak wajah asia melayu di sini. Kebanyakan Philipine. Indonesia juga ada, itulah TKW… Udara dingin banget. Aku lihat diluar udara berkabut. Selama di Bandara Abu Dhabi, aku sempat mikir dan termenung, “nyampe juga aku ke Arab ya???”

03.00 WAD

Akhirnya waktu boarding tiba. Aku dan kedua temanku, Ananto dan Christian segera naik pesawat. Dasar udah ngantuk, sampai di atas setelah seteguk air mineral Al Ain aku tertidur lagi.

04.45 WAD

Aku terbangun dari tidurku. Dan aku sempat heran bahwa pesawat tidak bergerak sama sekali seperti aku naik tadi. Ternyata ada pengumuman dari Captain kalau penerbangan di cancel karena udara berkabut dan sangat tebal.. Akhirnya aku dan kawan-kawan turun dari pesawat. Busyet!!!

dsc00009Setelah nongkrong sebentar akhirnya aku dan teman-temanku diberikan kamar di Airport Hotel. Karena penerbangannya masih jam 21.00 malam nanti.  Hotelnya enak, lumayan LUX. Dapat makan 3 kali. Ya cuma itu tadi seperti di dalam pesawat, menunya kagak ngerti. Ada nasipun rasanya aneh. Terpaksa deh dari pada kelaparan.

20.30 WAD

Akhirnya setelah jam 20.30 kita menuju ke ruang tunggu buat boarding. Sambil menunggu waktu, mampir dulu ke tempat Favorit. Buat ngabisin Marlboro seharga DHS 8,00 atau setara US$ 2,00. Habis dua batang lanjut ke Gate 2. Di sini nggak ada delay. Ontime. Cuma ya itu, saya masih nggak percaya… kok nyampe Arab juga ya???

Kemudian namaku dipanggil ama crew Etihad yang orang Philipine, untuk ditukar boarding passnya.

20.40 WAD

Jam 20.40 naik pesawat. Sama dengan pesawat dari Jakarta. Besar dan Luas, tapi sepi… kosong… Airbus A330 duduk di seat 31D. Tapi aku pindah tempat ke yang enak… Penerbangan direncanakan selama 1 jam.

dsc000111

Di dalam pesawat kita mendapatkan roti-roti, air minum dan macam-macam hidangan lain. Cuma TVnya gak ada hiburan.. paling liat awan diluar ama peta perjalanan. Mungkin karena penerbangan singkat. Di dalam pesawat aku sempat memperhatikan crew pesawat yang rata-rata kayak bukan orang arab. Bahkan ada satu nama yang membuatku yakin bahwa dia dari Indonesia. Namanya Novi. Pasti dari Indonesia…

22.55 WOm (Waktu Oman)

Tidak ada perbedaan waktu antara Abu Dhabi dengan Muscat (Ibukota Oman). Mendarat pukul 22.55. Langsung beli Visa On Arrival. Prosesnya gampang dan tidak berbelit. Heran… di negara lain mudah, kok di negara sendiri dipersulit??? Visa seharga RO 6.00 sudah ditangan. Trus ke loket Imigrasi. Kita ngakunya Tourist. Katanya Visa Kerja akan diurus oleh perusahaan setelah kita nyampe. Lancar…. nggak berbelit. Kemudian kita ambil bagasi. Lancar juga, cuma ada sesuatu di tas Christian yang harus diperiksa oleh petugas, ternyata ada sendok-garpu, ama thermos besi…

Keluar dari situ kita sambil smsan dengan Pak Fahmi, diarahkan ke counter OMAN MOBILE. Beli kartu perdana yang namanya HAYYAK seharga RO 2.00. Di sini yang registrasi petugas, karena kita diminta passportnya. Kemudian keluar mencari orang yang namanya Mohammed Ameer. Orangnya gendut, naik SUV mereknya GMC hitam. Ketemu juga…. sempat bla-bla-bla sebentar, kemudian langsung meluncur ke penginapan di kota Muscat. Gila… mobilnya keren. Tapi yang membuat ngeri (karena aku duduk di depan) si Ameer ini nyopir sambil main HP. Kecepatannya >120 km/jam!!! Jadi tiap saat ada alarm yang menandakan mobil mendekati batas jalan… lha iya… wong dia nyopir nggak lihat jalan tapi lihat HP.

22 Februari 2009, 00.40 WOm.

Nyampe juga di Hotel. Namanya Sun City Hotel. Hotel kelas Melati deh kayaknya. Tapi lumayan bersih. Setelah Ameer pamitan, kita masuk kamar. Satu kamar bertiga, ada 3 bed. Nyobain aktifin si Hayyak, ternyata belum bisa aktif, PIYE TOH!!!! Akhirnya tertidur zZzZzZzZzZz….

06.00 WOm

Bangun dan sholat subuh. Trus tidur lagi, karena jetlag (atau malas??).Hotel Sun City

09.00 WOm

Bangun, mandi dan cari sarapan di kedai (Coffee Shop) depan hotel. Aku beli Teh susu ama sepotong roti seharga RO 0.200, atau namanya 200 Baiza (sen). Beli rokok Marlboro seharga RO. 0,700. Sengaja nggak sarapan berat karena siang harinya mau medical test.

12.00 WOm

Di jemput ama Ameer untuk medical test. Karena aku belum punya pas foto, maka aku diajak ke studio foto dulu. Medicalnya di rumah sakit BADR AL SAMAA. Aneh…karyawan rumah sakitnya orang asing semua. Ada India, Philipine, dan kata Pak Fahmi ada 6 orang cewek asal Indonesia juga…  Medicalnya sepertinya hanya sebagai Formalitas. Kalau di Indonesia agak ribet dan banyak yang di test. Wong nggak ditest mata kok ada hasil test mata? Wah…. parah… Selesai Medical Test, kita dikasih uang sama Ameer untuk makan siang. Kita sepakat makan di KFC. Di sini nggak ada nasi, akhirnya sepakat milih paket kombo biar gampang. 3 ayam, satu kentang, satu salad dan satu pepsi. Sampe ‘mblenger’ makan ayam, total habis RO 6.600.

dsc00026

Sampe Hotel setelah ngobrol sebentar akhirnya tertidur.

Tengah malam ternyata kebangun karena perut protest!!!! Daripada kelaparan akhirnya aku buka bekal dari Indonesia. Ada MIE GELAS dan kopi TORABIKA DUO. Untung ada air panas sisa tadi pagi dan masih cukup panas untuk melebur mie. Terobati juga laparku… akhirnya setelah sholat Isya aku tertidur lagi.

23 Februari 2009 14.00 WOm

Di jemput ama Ameer untuk berangkat ke Khasab naik Ferry HORMUZ. Setelah beli tiket seharga RO 23.00 akhirnya kita berlayar ke Khasab. Kota terakhir perjalanan. Berangkat sekitar jam 15.00 WOm. Ada pramugari “syemok” berwajah arab mengenakan seragam rok mini (Aneh ya??).

berlayar dengan HORMUZKita masuk ke kelas ekonomi, fasilitasnya minum gratis, dan makan malam. Perjalanan ditempuh dalam waktu sekitar 5 Jam. Kita banyak foto-foto di atas kapal, tapi pake kameranya Ananto. Karena HPku out of battery (sialan!!!) jadi stok foto yang ditampilkan di episode ini cukup terbatas. Lain kali aku upload jika ada waktu… Dapat cemilan juga berupa kacang, ternyata buatan Malaysia (!@#$%^&*). Ada soft drink PEPSI juga, dapet kopi, dll. Gratis..tis…

ruang ferry kelas ekonomiAda hiburan TV dan Film. Karena kapal berisik, kita diberi Head Phone untuk dengerin siaran TV. Kebetulan siaran TVnya film kalo nggak salah judulnya BLACK HAWK DOWN. Perjalanan selama 5 jam tak terasa. Asyik naik kapal Ferry LUX yang super cepat. Kota Khasab ada di ujung yang berbatasan dengan UAE. Jadi kalo lewat darat kita harus melewati negara orang dulu baru nyampe ke Khasab. Makanya orang Khasab kalo mau belanja lebih dekat ke UAE dari pada ke kota Muscat. pepsiLihat filmnya nggak konsen karena melirik tingkah laku orang di kapal. Sangat jarang kita bisa melihat perempuan di Oman. Tradisi yang dipegangnya sangat kuat. Wanita harus di rumah. Jadi mumpung bisa melirik, liriklah… (hehehehe…)

Akhirnya sampai juga di pelabuhan yang lumayan besar di Khasab. Namun katanya karena Khasab termasuk daerah dekat dengan perbatasan negara lain (banyak negara) di sini  sengaja tidak dibangun banguan atau tempat yang membuat banyak orang berkunjung. Di pelabuhan ada bangunan Militer yang menandakan keamanan di sini cukup ketat. Jangan macam-macam….

Setelah ambil bagasi di ruang tunggu pelabuahan yang sepi, akhirnya kita nunggu boat yang akan mengantarkan kita ke Ghassah. Site tambang batu (Quarry) tempat aku mengais Rial. Setelah beberapa lama menunggu, akhirnya datang juga Boat kecil, bermesinkan YAMAHA 225 CC yang cukup kencang menerjang ombak selat HORMUZ menuju Ghassah. Karena nggak ada jalan darat maka lebih enak naik Boat.

21.00 WOm

Akhirnya perjalananku berlabuh di sini. Ghassah namanya. Nggak ada pohon rimbun, nggak ada Mall, nggak ada cewek (hehehe..), dan nggak ada ONTA! yang ada hanyalah gunung batu, semak liar, pasir, pantai dan Kambing yang suka makan kardus!!!

bakri eat carton boxJam 21.00 WOm nyampe di Jetty, dijemput pake Pickup Toyota Hilux menuju Mess Indonesia. Ngobrol, makan, minum, ngrokok sebentar, akhirnya tidur…. Besok kerja!!!!!

Banyak kenangan yang tak terlupakan menjelang selesai tugas di Batam. Tak banyak yang bisa diungkap dengan kata-kata. Foto dapat bercerita lebih banyak daripada kata-kata. Mungkin satu Foto dapat bercerita lebih banyak versi dari beberapa orang yang melihatnya. Sebagian Foto akan dimuat berikut…..

Foto

Ada foto saat nyampe bandara Abu Dhabi, Muscat, Khasab, sampai Ghassah. Ada Kambing makan kardus, dan juga KUTU BANGSAT!!!coman

Oman

Tak terasa sudah 20 hari aku meninggalkan kampung halaman menuju ke negeri yang selama ini belum pernah aku pikirkan untuk aku pijak.

Hampir selama itulah ruangan ini hampir nggak pernah aku masuki karena awal perjalananku meniti hidup di negeri orang yang cukup menyita waktu dan tenaga.

Jika ada kesempatan, Insyaallah akan saya ceritakan perjalananku ke negeri SULTANATE OF OMAN.

oman

“Thanks and Forgive me…”

Setelah berjibaku dengan dunia manufacture kapasitor selama kurang lebih 7 tahun 8 bulan, akhirnya aku memutuskan untuk mengakhirinya. Banyak suka dan duka yang aku alami, kadang benci, gondok, sebel, marah, bingung, sedih, stress, nangis, senyum, tertawa, dan semua kosakata yang mengandung maksud perasaan dan ungkapan hati ada dan pernah aku alami. Hanya ada kata terima kasih dan maaf yang bisa aku ungkapkan, walau kelu di bibir saat mengucapkan ke kalian.

Serasa tak ingin ada perpisahan dengan sahabat-sahabat, bapak, ibu, kakak dan adik yang selama ini mengisi ritme hidupku. Yang pasti akan ada rasa rindu teramat sangat yang akan mendera hati. Rindu dengan semua canda-tawa, cubitan, omelan, suara-suara merdu, rayuan (minta pulang cepat…hehehe), aneka bahasa dan dialek, sapaan, suara mesin, suara alarm, pegang pinset, ngantuk, rindu kantin belakang dengan kursi panjangnya, dan semua material, serta semua tetek bengek (tetek siapa? hahahaha) yang ada….

Kucoba menyebutkan semua orang yang kukenal baik satu persatu baik yang sudah keluar dan masih bertahan, aku ingin ucapkan salam rindu, ucapan maaf atas segala khilaf dan dosa, serta terima kasih yang extra, karena telah mengisi hari-hariku…

Pak Fahmi (Khasab, Oman, Makasih Pak atas ilmu dan semua pertolongannya. Saya nggak bisa membalas kecuali doa dan ucapan terima kasih), Pak Zaenul Farid (ketua Gank Kantin Belakang), Pak Julius Antonius Julianto (Wakil Ketua Gank), Tatik Widiawati, Siswati, Nurul Ilmiati, Pak Imam Fauzan, Tri Lestari, Pak Agus Susanto, Romita, Pak Azhari, Pak Deni Yulhaidir, Pak Rizki (Honeywell, Bintan), Pak Haznil Achmad Zainal, Pak Deni Witjaksono (Ecco, Sidoarjo), Pak Micky Perdana Radityo (Citra Tubindo, Batam), Pak Deni Ramlan (Dry Docks, Tj. Uncang), Pak Ramli Batong, Pak Tasnim Haris, Pak Sukarno, Pak Ahmad Junaidi, Bu Elly Nurida, Eri Kusumadiani (boneka), Yuli Priyatiningsih, Linda Istiana dan Ali, Jojor Tinambunan, Heni Setyawati, Maryanti, Dwi Andriyanto (Palma, Tj. Uncang), Pak Hasannudin Siregar (Acang), Intan Indirayana (Where R U?), Pak Rahmad Widodo, Pak Catur, Pak Komang (JSB), Pak Sriyana, Pak Jasmin, Pak Rudi, Pak Elliseus Nong, Bang Midin Agusnawan, Pak Ahmad Mustofa (Pak Boss), Pak Tunggul Pamungkas, Pak Mohammad Naufal, Pak Adi Winasis, Pak Hiromi Nishisawa (Alm), Pak Ryoichi Komori, Pak Kenji Mukohyama, Rosnida Purba, Nurwahyudi Putro(Pan Utd, Tj. Uncang), Aan Wahyu Saputro, Muflihudin, Ian Rodianto, Om Susanto (Pan Utd, Tj. Uncang), Koko Antony, Dedy Mulyadi dan Istrinya Siti Untari, Solik Hirawan, Muhammad Dawam, Ribut Prihandito, Teguh Sujono, Cahyo, Beni Lukman, Pak Luhur Pangaribowo, Pak Adnan Oemar, Pak Bambang Irawan, Pak Mohammad Idris, Pak Eko Sutanto, Wahyuningsih, Santi, Elly, Sumiatun Munifah, Edy Susanto, Abdul, Khoirul, Pak Eri Suadi, Pak Beni Sanje, pak Eko Budianto, Pak Chai Swee Bah, Bagus Widiatmo dan Rice Trisnawati serta saudara kembarnya, Bejo, Rendra Nata Sembiring, Netty A Simbolon (sampai sekarang aku nggak tahu, apa kepanjangan “A”-nya?), Erika Simbolon, Dwi Kurniasih, Lilis Ariani, Pak Lintong Saragi, Pak Jimmi Arnold, Pak David Hermansyah, Pak Agus Aji Candra, Pak Muljono (Alm), Pak Mutiara Sakti Hasibuan, Pak Novembri Limo Singkek, Pak Marwen Munthe, Pak Sugimin, Pak Ganda Simarmata, Pak Saut Maruli Tua Samosir, Pak Sugi Hariyanto, Pak Suharyanto, Mita Dewi Riyani, Liana Dewi, Puput Setya Putri, Jairan Fitriani, Ruth Marlina Pasaribu, Agus ex Washing, Agus Checker,  Siti Aminah (Malay), Andri Hidayat (Sundae Brownies), Andri Oktavianus, Dedi Eko Raharjo, Apri Pambudi, Apri Budi Arsa dan Umi Solihah, Sumiarsih, Aslimah, Ayuk (Bantul), Bahrul Ulum, Bakhrul Ulum (Vespa), Pak Bahari, Waji Darmanto, Budi Darmanto, Rudi Expeditor, Mashyuri, Ferry, Firdaus Pilu, Pak Bestrial Ramli, Betty Lasworo (TOTAL, France),  Bintang Suryo Wicaksono (Pemko koncone adiku saiki), Pak M. Ghozali Arip, Cacan Cahyaningrum, Sri Astuti, Chusnul Chotimah (nChus, saiki neng endi?), Dedi Hermawan, Dewi Kurniati (sorry ya Wi, pernah marahi Dewi), Dewi Cuilik (Ex QC SPV F2), Dian, Edi Purnomo, Eko Jati Kuncoro, Endang Sulasmi, Erni F1, Essi Paulina, Endrif Nurcholis, Pak Zulfadli, Fajar Widiastuti, Ferry Fey dan Yeni, Yeni Rahmawati, Fitri Ex Testing, Gito, Saudur, Hani Ex F2, Hesti (sak rekrutanku), Nurhidayati, M. Husni Thamrin dan Nurlelawati, Ida Aprianti, Ika dan Susilo, Indah (Ex Finishing F2), Yuli Inul, Istichomah, Istri Mulyani, Khoiriyah, Nuryani Paise (sing rekrut aku ndisik), Juli Fitri, Ibu Negara Sesi Karnila, Juwanti, Kembar Ruswanti, Sukino, Lasini, Lim Januarti Manurung, Sumarni Ginting, Maya Rubym@rt, Mbah Sukani, Menik Dewi Rosita, Sulistyowati, Mumuy, Mustofiah, Nafiyati, Nanik, Nining Gendut (Ex F2 Bantul), Eliyarna dan Om Rashid, Gufron, Pak Ibnu Arya, Pak Marianus Aritonang, Putri Nilam Sari, Raymond Tan, Tri Soerani, Yulianti (Ku sesalkan dirimu…), Rimahayu (yang takut kalo aku lewat, katanya…), Rina Yasin, Rinca Murniati, Saiful Lubis dan Tuti Setriani, Pak Purwanto, Sartini, Sigit F1, Siti Comel, Soimah, Sunarti, Supriyati (pretty), Betesda Gultom, Titik Sumanti, Tommy, Warsini, Yeti, Yuli Lestari dan Seni Masdani, Zulend, Linggem Tarigan, Imelda Bakara, Roni Panjaitan, Retno Wulandari, Pak Simon Barita, Pak Lukaryadi, Satria Jati, John Perry, Budi Setiawan, Andi Purnama, Heri, Toni Hardi, Pak Taufik Hidayat, Dahraini (Maaf yang sebesar-besarnya ya.., saya hanya ikuti regulasi), Warmainis, Dinamala, Maryani, Dwi F1, Wiwik, Sutiah, Pak Tarmadi Ginting, Nelwan Mulkan (pernah minjemin saya Rp. 5000 buat makan siang, thanks..), Zaenuri, Jono (HM. Sampoerna), Mahmudah, Pak Terry Chin, Pak Yeo Lai Seng, Pak Ragunathan, Bang Alfred “Apek”, Pak Iba Imada, Pak Faizul Idris, Nopriansyah, Ipmawan, Bu Rahma Mujahidah, mBak Pantes Setiarti, mBak Vivin, Bu Yuli, Bu Sri Handayani, Pak Yasushi Maenaka, Pak Shiozawa, Pak Mazawa (brewok, dia masih inget juga ama aku..), Pak Nakamura (jepang yang baik hati…, thanks for the KFC, waktu kita double shift mau chairman visit), Rafid, Encik, Pak suharyanto Nahar Madeong, Ikhsan, Angga, Tinton, Titus mBanyol, Joko “MIO” Sumardiono, Pak Edison, Pak Akahane, Pak Junich Satou, Pak Kanisawa, Rita Maria Pardede, Pak Madi (ex Ruby’s Facility), Pak Binsar Bernadus Sinabutar, Pak Binsar (Ex Ruby’s Facility), Pak Rintar, Pak Budi Sinaga, Pak Hatrin Sianturi, Pak Abner, Bu Dilla Maulinda, Pak Agung Sumantri (CBR), Joko Wicaksono, Yuliyah, Upik, Yanti, Dewi Mulia, Anita, Warni, Tri Kartini, mBak Isnawati, Novit, Jeman, Rio Ramli, Pak Dian Wittanto, Joko Testing, Hendi, Pak Erson, Dameria, Dewi Sulistyaningsih, Liliana, Minnaria, Rusmani, Lusia Ruswati, Endang Luksiana, Dinar Simanjuntak, Sri Rahayu, Kholifatunisa, Elpina Masdiana, Marlince Siburian, Marini, Mey Maya Susanti, Nining, Rani Purnamasari, Desi Silvia, Yusmanillah, Renti Kartika, Maryanti Tambunan, Romaida, Solita Sirait, Masderi, Ernawati, Juliani, Rosmiati, Irma Pujakesuma, Fitrialona, Sri Suhartini, Eni Puji Astuti, Findi, Nurma Sibarani, Sarah Novalina, Yenni Sri Wahyuni, Sri Martinah, Mega Triana Utami, Pak Adi Dadang, Pak Helmy Rosadi, Temu Retno, Teman-teman satu Alumni ISTA Jogja di Batam, ….. dan banyak lagi yang belum tertulis di sini.

Juga tak lupa untuk orang-orang yang banyak mendukungku selama ini, warung dekat rumah, Bapak tukang sapu, Bakso Fajar, Warung Ponorogo (pecele uenaak..), Mas Mie Ayam, Tahu Tek Jodoh, Moro Seneng Jodoh, Warung Sate Jawa Jodoh seberang BCA, Warung Nasi Padang Jodoh, ATM BCA (duitmu tak ambilin kok nggak habis-habis? Malah tabunganku yang abis!!!), Panasera, Wasera, Pujasera (Soto Pak Rahmad…), Bengkel Yamaha Sei Panas, Nagoya Hill, Mega Mall, Top 100 (Penuin, Jodoh), Ramayana, Samarinda, Lucky Plasa, Centre Point, dan semua Mall di Batam, Bioskop 21 lama, Bioskop 21 Nagoya Hill, Mega XXI,  Jembatan Barelang, Pantai-pantai di Batam, Pak Itam di Pantai Khasanah Melayu, dan semua orang di Batam yang pernah membantuku, terima kasih dan maafkan segala khilaf dan salah…

Tak lupa juga untuk teman-teman Coating/Painting di Batam, maaf jika selama bergaul ada tutur kata dan tingkah laku yang tidak berkenan di hati teman-teman. Terutama buat Pak Amin, makasih banyak Pak atas semua pelajarannya, maafkan semua salah saya. Keep fight guys!!!!

Oh iya lupa, selamat tinggal buat MIO-ku tersayang. Yang selalu setia mengantarkanku kemana saja tanpa kenal lelah dan tak pernah mengeluh. Jangan nakal ya setelah aku tinggal, jangan pernah mogok, jangan suka minum bensin terlalu banyak.  Maafin kalo aku kelupaan kasih minum kamu hingga aku harus dorong. Terima kasih, dan maaf jika aku pernah jatuhin kamu di simpang dekat Panorama Regency. Sekali lagi Thanks and Forgive me.. MIO is not a motobike. It is just MIO..

Untuk semua sahabat, saudara, adik, dan kakakku… Terima kasih, aku tidak bisa berbuat dan memberi apa-apa pada kalian semua. Hanya ucapan terima kasihku yang tulus atas semuanya yang telah kalian berikan. Maafkan saya bila pernah membuat kalian sedih, nangis, sakit hati, dan marah.. baik yang saya sengaja maupun tidak. Mari kita saling mendoakan semoga kita sama-sama sukses untuk hari depan.. Amiiiiiin.


;-)

 

 

My Old friend

What a surprise!! I can found my lost friend. After for a while in an adaptation (coz we loosing contact almost for 8 years), finally we can find a chummy tuning again. We were tracing back our memories, laugh, and ask each other our conditions. Yes, I found my “yenk“. She called me yenk. I do not know what it means. I remember that I made her an email address. In that time, we were still learning about internet

The story was begun in the last year Christmas. Thru my cell phone I added her email address into my IM contact. I found this “old” email address is still alive!! It was shock me up!! I was sending my first message to her just to saying merry Christmas. Actually, I also want to say happy birthday to her, but I was afraid she can’t accept me coz it been a long time ago we had a relationship and perhaps she has forgot me. Time goes by, and every time I was online with my IM, one or two I saw her online too. I collect my courage and send her a short message when she was online.  After some opportunity we have chat, now I feels like I go back to the year of 1999-2000 when I was quite “close” to her.

nata

I miss you  ;-)

… melanjutkan tulisan bagian ke dua. Ayuk mang….

Bagian 3

Perlakuan terhadap hasil pengelasan, pemotongan besi, dan ketidaksempurnaan permukaan

Ketika besi dilas atau dipotong, biasanya meninggalkan kondisi yang tidak memungkinkan untuk dilakukan pengecatan. Kondisi ini memerlukan perlakuan khusus selain blasting.

ISO 8501-3 “Preparation grades of welds, cut edges and other areas with surface imperfection“  memaparkan bermacam tipe dari ketidaksempurnaan permukaan besi dengan menggunakan ilustrasi gambar.

Terdapat 3 (tiga) tingkat perlakuan untuk membuat permukaan besi memungkinkan dilakukan pengecatan, yaitu:

  1. P1 Perlakuan ringan (Light Preparation)
  2. P2 Perlakuan menyeluruh (Thorough Preparation)
  3. P3 Perlakuan sangat menyeluruh (Very Thorough Preparation)

Pemilihan tingkat perlakuan berhubungan dengan kategori pengaratan yang tercantum dalam ISO 12944-2. Sebuah hubungan yang umum diberikan dalam tabel berikut:

Preparation Grade               Corrosivity Category

P1                                                C1 dan C2
P2                                                C3 dan C4
P3                                                C5I dan C5M

Standard Perlakuan Permukaan untuk Water Jetting

Untuk Water Jetting diatur dalam Standard ISO 8501-4 “Preparation Grades of Coated and Uncoated Steel Substrates after removal of Rust and Previous Coating by High Pressure Water Jetting“. Terdapat 6 (enam) kondisi permukaan yang didefinisikan di dalam standard ini. 5 (lima) diperuntukan pada permukaan yang sudah di bersihkan dengan cara di-blasting dan dicat dengan menggunakan sistem cat pelindung. 1 (satu) kondisi lagi merupakan permukaan besi yang sudah dibersihkan dengan blasting dan dicat dengan menggunakan coating Iron Oxide Primer untuk sebelum Pabrikasi.

Terdapat 3 (Tiga) tingkatan perlakuan yang diberikan oleh ISO 8501-4, yaitu:

  • Wa 1  ~  Light High Pressure Water Jetting
  • Wa 2  ~ Thorough High Pressure Water Jetting
  • Wa 2½ ~ Very Thorough High Pressure Water Jetting

Tingkatan di atas menunjukan tingkat kebersihan. Ketika kita membersihkan dengan media air, besi akan berkarat (flush rust) menyebar secara rata. Terdapat 3 kondisi permukaan setelah terjadi Flush Rust yaitu L (Low), M (Medium), dan H (high) yang semua diberikan secara tertulis tanpa contoh atau acuan gambar/foto.

Pembersihan secara Kimia

Seperti dijelaskan sebelumnya, sebuah factor yang penting yang berhubungan dengan ketahanan permukaan besi bebas dari pencemar atau contaminant sebelum pengecatan dilakukan.

Sebuah Standard International yang mengatur soal pembersihan secara kimia yaitu ISO 8502.

… to be continued to:

Field Test for Soluble Iron Corrosion Products.

Udah dulu ah.. ngantuk!!

© Tulisan ini disarikan dari sebuah buku berjudul Corrosion protection, pada bab 13 yang berjudul Inspection Methods and Equipment yang di unduh dari www.hempel.com. Penulis hanya berusaha menterjemahkan dan meringkas. Apabila terdapat kesalahan, mohon koreksinya.


Tulisan Sebelumnya »